Tak Pernah Tobat, Residivis di Jombang Ini Tega P3rk0s4 Anak Kandung Sendiri

Tak Pernah Tobat, Residivis di Jombang Ini Tega P3rk0s4 Anak Kandung Sendiri

Kelakuan Tobat Nasokha (38) tak sebagus namanya. Betapa tidak, residivis (orang yang pernah melakukan tindak pidana) kasus curanmor ini tega memerkosa putri kandungnya sendiri hingga tiga kali. Mirisnya, dia tak segan menganiaya korban untuk melampiaskan nafsunya.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengatakan Tobat sehari-hari bekerja serabutan. Seperti menjadi buruh tani dan kuli bangunan. Dia tinggal di Kecamatan Mojowarno, Jombang bersama istri dan 4 anaknya. Putri pertamanya yang menjadi korban baru berusia 14 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SMP.

Tersangka sudah tiga kali mendekam di penjara karena kasus pencurian. Yaitu tahun 2003 karena mencuri rokok dan dihukum 4 bulan penjara, tahun 2006 mencuri ponsel dan dihukum 10 bulan penjara, serta tahun 2018 mencuri sepeda motor dengan kekerasan dan dihukum 21 bulan penjara.

Baca Juga : Pemerkosaan Gadis 13 Tahun oleh Ayah Kandung di Solo Terungkap Setelah Korban Melapor ke Paman dan Ibunya

“Saat kasus curanmor, tersangka ditembak kakinya di Jombang, divonis 21 bulan, jadi dia baru keluar (dari penjara),” kata Teguh kepada detikJatim, Senin (14/2/2022).

Bukannya insaf, Tobat justru kembali berulah. Kali ini, putri sulungnya sendiri yang ia ‘mangsa’. Dia mengaku tiga kali memerkosa gadis berusia 14 tahun tersebut dalam 6 bulan terakhir.

Perbuatan bejat tersebut dilakukan Tobat pertama kali pada Juli 2021. Saat itu, putrinya minta dibelikan ponsel baru. Tersangka pun membonceng korban menggunakan sepeda motor ke Mojokerto pada malam hari dengan dalih membeli ponsel.

Sampai jalan persawahan yang sepi di wilayah Kecamatan Trowulan, Mojokerto, tersangka menghentikan laju sepeda motornya. Tobat lantas menyeret putrinya ke sawah untuk diperkosa. Siswi kelas 2 SMP itu sempat melawan, tapi tidak berdaya dengan kelakuan kasar tersangka.

“Korban sempat dipaksa, dijambak rambutnya, akhirnya disetubuhi di situ,” terang Teguh.

Baca Juga : Karyawan Bejat Perkosa Pegawai Kafe, Pesan Mi lalu Minta Dipijat

Untuk membungkam mulut putri kandungnya, Tobat mengiming-imingi korban dengan ponsel baru. Ia juga mengancam akan membunuh darah dagingnya tersebut jika nekat mengadu ke istrinya.

“Korban tidak dibelikan ponsel, itu hanya modus tersangka saja,” ungkap Teguh.

Tobat terakhir kali memerkosa putri kandungnya di rumahnya pada Januari 2022. Menurut Teguh, korban akhirnya mengadukan perbuatan bejat tersangka kepada budenya. Bude korban lantas menceritakan kasus tersebut kepada istri Tobat.

Sehingga ibu korban melaporkan suaminya sendiri ke Polres Jombang. Setelah mengumpulkan berbagai bukti yang cukup, kata Teguh, pihaknya meringkus Tobat pada Kamis (10/2). Tersangka kini mendekam di Rutan Polres Jombang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kalau pengakuan tersangka, ia terdorong memerkosa putri kandungnya karena sering melihat film porno. Jatah dari istrinya masih rutin. Dia terlalu sering melihat film porno akhirnya berfantasi,” tuturnya.

Baca Juga : Terungkap! Wanita Tega Buang Bayinya di Mamuju Sulbar Korban Pemerkosaan

Akibat perbuatannya, Tobat dijerat dengan pasal 81 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Di sisi lain, korban mengalami syok berat hingga enggan sekolah. Siswi kelas 2 SMP itu memilih tinggal bersama saudaranya di kampung berbeda.

“Kami koordinasikan dengan P2TP2A Jombang untuk memberi pendampingan terhadap korban, hari ini mereka mendatangi korban,” tandas Teguh.